Saturday, October 2, 2010

10 Hewan Paling Tangguh di Dunia

1. Beruang Air

Mereka dapat bertahan 1000 x lipat terhadap radiasi dibandingkan binatang lain dan juga manusia, bahkan mereka bisa hidup pada suhu minus 272 derajat celcius dan juga suhu sepanas 151 derajat celcius. Bukan hanya itu, bahkan binatang ini bisa bertahan lama tanpa air, dan juga sanggup hidup di ruangan hampa udara selama 10 hari.

2. Weta

Mereka bisa bertahan setelah membeku selama berbulan-bulan, mereka dapat bertahan setelah kehilangan 99 % air dari tubuh mereka di saat mereka membeku. Saat mereka membeku, denyut jantung dan juga otak mereka langsung berhenti.

3. Cacing Silinder Raksasa

Mereka mampu bertahan hidup hingga ribuan kaki di bawah air meskipun air itu berisi dengan cairan limbah beracun. Mereka juga dapat bertahan hidup pada air yang membeku, dan juga bisa hidup pada air mendidih.

4. Kecoa

Mereka dapat hidup walaupun terkena radiasi dosis tinggi ataupun racun. Bahkan mereka masih dapat bertahan hidup selama 9 hari walaupun kepalanya telah terpisah dari badannya, mereka mati bukan karena rasa sakitnya, melainkan akibat kelaparan.

5. Tikus

Mereka memiliki tulang tubuh yang flexibel. Mereka dapat bertahan hidup setelah jatuh dari tempat yang tinggi, seperti jatuh dari gedung berlantai 2. Tidak seperti binatang lainnya, mereka ini sulit dibunuh dengan racun, karena tubuhnya kebal terhadap racun.

6. Emperor Penguin

Mereka mampu bertahan dalam suhu musim dingin yang ekstrim, bahkan mereka mampu bertahan pada suhu minus 70 derajat celcius sekalipun. Mereka juga mampu bertahan dari hembusan angin dingiin pada kecepatan 100 – 140 km/jam.

7. Unta

Mereka mampu bertahan hidup di daerah yang amat sangat panas dan tandus dimana jarang sekali terdapat air untuk minum. Mereka mampu bertahan hidup tanpa air selama 8 hari. Unta adalah binatang paling tangguh di antara binatang berkaki 4 untuk hidup di daerah kering dan tandus.

8. Burung Laut

Mereka mampu hidup di sekitar laut. Untuk makan, biasanya mereka memburunya dari ikan-ikan di laut. Mereka satu satunya binatang yag mampu bertahan setelah menabrak permukaan air dengan kecepatan tinggi, yaitu 90 hingga 120 km per jam.

9. Beruang Kutub

Mereka mampu bertahan di area yang sangat dingin, para beruang kutub dapat hidup dan bertahan pada musim dingin yang amat ekstrim. Mereka adalah binatang berkaki 4 paling tangguh di area dingin.
 

10. Kambing Gunung

Mereka dapat bertahan hidup di daerah yang sangat tinggi tanpa terserang penyakit, mereka dapat bertahan hidup pada ketinggian 15.000 kaki tanpa terserang penyakit. Mereka adalah binatang berkaki 4 paling tangguh di daerah tinggi.


Sumber: http://woamu.blogspot.com/2009/08/10-hewan-paling-tangguh-di-bumi.html
  

   

Friday, October 1, 2010

Accidental hero - BMW Sauber’s Kamui Kobayashi

http://motogp-f1-races.blogspot.comHe is the best hope of a strong home result in next weekend’s Japanese Grand Prix - so much so that he’ll have his own ‘fans’ corner’ in the Suzuka stands- and on Wednesday he was appointed an international ambassador for sports and tourism by the Japanese government. BMW Sauber’s Kamui Kobayashi chats about racing on home soil, reflects on life on the road as an F1 driver, and explains why things could have been very different - if only he were funnier…

Q: What does your home race mean to you?

Kamui Kobayashi: Returning to race in Japan as a Formula One driver means a lot to me. I had a taste of it last year when I stepped in for Timo Glock at Toyota for the Friday practice sessions. This was at short notice, but for this year’s race a lot of supporters are going to be there. There has been a Kamui Kobayashi fans corner set up between turns two and three. It has more than 2000 seats and has been sold out for quite a while. I managed to buy tickets for friends and I hope they will be having fun.

Q: What are your expectations for the race in Suzuka?

KK: After a good qualifying the outcome of the race in Singapore was, of course, disappointing for me. I hope in Suzuka we have reason to be happy on both Saturday and on Sunday. We all think the circuit should suit our car pretty well.

Q: When was your last race in Japan?

KK: I didn’t do a lot of racing in Japan and the last race was long ago. It was in 2003 with Formula Toyota on the short track in Suzuka, not on the Grand Prix circuit. I was 17 years old then.

Q: What is the difference between racing in Japan and Europe?

KK: It is huge and I think this is because Europe has all the history in motor racing. You have plenty of smaller racing series which provide for good driver development. Anyone who has attended a Japanese Formula One Grand Prix knows about the excitement and passion the people have for it. But it is also true it is not easy for Japanese people to follow Formula One because the European races are broadcast live relatively late at night.

Q: Have you ever felt home sick?

KK: No. Of course it was strange when I first came to Europe, actually to Vicenza in Italy, because I didn’t even speak English and everything was completely different. But it was also a lot of fun!

Q: But didn’t you miss your parents and your younger sister?
KK: This seems to be very difficult to understand for Europeans, but for Japanese it is not that unusual to leave your family and go to work elsewhere. Even when I was doing things in Japan I rarely met my family. Most times I went to Tokyo and they still live in Amagasaki, which is close to Osaka and quite far away from Tokyo. I always like to stay somewhere nice, but it doesn’t really matter which country it is.

Q: You have got a dog - how does it survive when you are always away?

KK: Yes, I have a dog. Alfred is a Yorkshire terrier and very cute! He stays with a friend in Paris but I go and see him as much as I can.

Q: Did you always dream of becoming a Formula One driver when you were a child?

KK: No, never. I rather wanted to become a comedian - Amagasaki is quite popular for Japanese comedians. But I found I wasn’t talented enough.

Q: Did you have support from your parents to go racing?

KK: My parents were not at all interested in racing. They still don’t own a road car. I bought myself a car twice, but both times my father sold it. He runs a Sushi delivery shop in Amagasaki. Most likely if I hadn’t been quick in karting perhaps I would have become a sushi chef. But I hate raw fish.

Menggabungkan (Merge) File MPG dan FLV Terpisah Menjadi Satu File Utuh


Menggabungkan (Merge) File MPG dan FLV terpisah menjadi satu file utuh

Menggabungkan atau merge file di sini artinya menggabungkan file-file terpisah yang sejenis menjadi satu file gabungan yang utuh. File MPG dan FLV merupakan file video yang banyak tersedia di internet, khususnya file FLV yang jadi format standar www.youtube.com, sering di upload menjadi bagian per bagian karena batasan dan kemudahan dalam upload file tersebut dengan ukuran yang besar.

Masalahnya setelah didownload, file bagian-bagian tersebut ingin disatukan menjadi file utuh, karena sangat tidak nyaman menonton video secara bagian per bagian. Nah, banyak pilihan bagi anda, bisa pakai software bayar atau gratisan yang banyak tersedia di internet, bisa juga pake cara simpel berikut ini.

1. Buat file *.txt baru (buka saja notepad)



2. Ketikan "copy /b *.flv FullMovie.flv" (tanpa tanda kutip)



3. Simpan dengan nama file terserah anda, dan ubah extensinya jadi *.bat, misal "JoinFLV.bat", agar file berubah menjadi ekstensi *.bat, gunakan tanda kutip ganda tersebut di jendela konfirmasi penyimpanan.



4. Letakkan file *.bat yang baru kita buat itu ke folder
tempat dimana file *.flv akan di gabungkan.

5. Klik 2x pada file *.bat tersebut

6. Akan terbentuk file hasil join dengan nama "FullMovie.flv"


Catatan:
Cara yang sama bisa digunakan untuk *.mpg dengan mengubah ekstensinya dari FLV menjadi MPG, jadi tuliskan di notepad tadi dengan "copy /b *.mpg FullMovie.mpg" (tanpa tanda kutip)



Sumber : http://www.zimbio.com/member/konoe/articles/w8XBg0gcONs/Menggabungkan+Merge+File+MPG+dan+FLV+terpisah