Showing posts with label Otomotif. Show all posts
Showing posts with label Otomotif. Show all posts

Monday, May 30, 2011

Aneka Jenis Mobil Citroen Klasik


Ciri khas & keunikan mobil klasik buatan Perancis ini antara lain :
  • Desain spakbor belakang selalu menutupi sebagian ban.
  • Bodi mobil dapat dinaik-turunkan agar dapat disesuaikan dengan kondisi jalan berkat sistem suspensi hydropneumatic.
  • Mobil tetap dapat berjalan meski ban belakang hanya satu sisi. Ini pernah didemokan pada salah satu film komedi Kwartet Jaya (Edy Sud, Ateng, Iskak) tahun 1970-an.

Berikut ini beberapa foto mobil Citroen klasik yang saya kenal :

Citroen 2CV


Citroen Dyane


Citroen Mehari


Citroen Pfaff

Foto belum tersedia

Citroen DS


Citroen GS


Citroen CX

Modelnya mirip Citroen GS, hanya ukurannya yang lebih bongsor.


Citroen BX


Foto dari berbagai sumber

Saturday, May 28, 2011

Mengapa RV Tidak Populer di Indonesia?

Di Amerika dan beberapa negara di Eropa, RV (Recreational Van) bukanlah barang baru. Kendaraan khusus yang interiornya didesain seperti rumah tinggal ini biasa digunakan sebagai salah satu alternatif transportasi rekreasi yang menyenangkan. Berbagai fasilitas standar seperti layaknya rumah ada di dalamnya, seperti kamar tidur, toilet, dapur dan ruang keluarga yang lengkap dengan perlengkapan audio, TV dan kulkas.


RV biasanya dibuat dari minibus atau minitruck yang dimodifikasi sedemikian rupa hingga menjadi sebuah “rumah berjalan” atau memang sengaja dirancang untuk itu.


Meski terlihat menyenangkan, kenapa di Indonesia RV tidak populer? Beberapa kondisi di bawah ini mungkin jadi penyebabnya.

Faktor Geografis

Dibandingkan dengan Amerika atau Eropa yang mempunyai daratan yang sangat luas, Indonesia, khususnya pulau Jawa relatif sangat kecil. Dengan kondisi saat ini saja sudah terlihat betapa padatnya lalu-lintas antar kota, baik jalur utara maupun selatan. Apalagi jika ditambah dengan kehadiran RV, tak bisa dibayangkan seperti apa jadinya jalan raya yang tak pernah sepi itu. Mungkin jika dioperasikan di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi atau bahkan Papua kendaraan ini lebih cocok. Tinggal membenahi fasilitas dan infrastrukturnya saja.

Faktor Sosial - Budaya

Faktor sosial - budaya ini tampaknya yang paling berperan kenapa RV tidak populer di Indonesia. Ini bisa dilihat dari unsur-unsur di bawah ini :

Hari Libur
Di Amerika atau Eropa kebanyakan orang lebih suka memanfaatkan hari liburnya (yang biasanya cukup panjang) dengan mengunjungi tempat-tempat yang masih segar udaranya, seperti pegunungan atau pantai, yang benar-benar berbeda dengan suasana sehari-hari. Dan, menggunakan RV untuk mengunjungi tempat-tempat itu adalah salah satu pilihan yang banyak disukai. Bagaimana dengan Indonesia? Waktu liburan yang paling panjang di Indonesia barangkali hanyalah saat lebaran. Itupun tak sampai 2 minggu lamanya. Selebihnya hanyalah libur Sabtu - Minggu, hari besar atau “harpitnas”. Dengan jatah libur yang minim tersebut orang akan berpikir dua kali untuk menggunakan RV. Bagi orang Jakarta, tempat ber-weekend paling favorit sebenarnya pegunungan juga, yaitu Puncak, dan pantai (Ancol), tetapi karena jarak tempuhnya pendek, akan sia-sia jika menggunakan RV. Terlebih, andai ke Puncak pakai RV, akan seperti apa macetnya?

Kesadaran Berlalu-lintas
Di Indonesia, berkendara ke luar kota dengan kendaraan biasa saja sudah cukup membuat stress karena harus berhadapan dengan bus-bus umum yang sopirnya kerap ugal-ugalan dan tak menghargai pemakai jalan lain. Dengan adanya RV, para sopir bus tersebut mungkin akan menjadi semakin “tertantang” untuk beraksi seolah melihat pesaing, karena ukuran RV biasanya hampir sama besar dengan bus umum. Di sebuah koran pernah diberitakan, bahwa ngebut di jalan raya dan keberhasilan mendahului kendaraan lain sejenis sangat membanggakan bagi para sopir bus umum itu untuk diceritakan kepada rekan-rekan sesama sopir bus. Walau kerap celaka, toh budaya sok jago di jalanan itu tak juga reda.

Fasilitas dan Infrastruktur
Jalan raya antar kota di Indonesia pada umumnya tidak selebar jalan raya antar kota di Amerika. Dengan minimnya kesadaran berlalu-lintas seperti yang saya sebutkan di atas serta kondisi jalan raya ini, maka mengendarai RV di Indonesia menjadi tidak menyenangkan lagi. Belum lagi fasilitas untuk pembuangan limbah toilet dalam RV yang memerlukan perhatian tersendiri. Sangat menggelikan dan menjijikkan kiranya jika pengendara RV membiarkan limbah tersebut berceceran di jalan raya atau membuangnya di pinggir jalan. Hiii...

Gengsi
Bagi sebagian orang, khususnya yang berduit, menginap di hotel mewah adalah suatu keharusan. Di luar negeri pula. Meski sekedar ber-weekend sekalipun, pilihan ini yang diambil. Bagi yang kurang beruntung, cukuplah ke kebun binatang atau ... ke mall!

Faktor Ekonomi?

Meskipun harga RV relatif mahal, tapi bukannya tidak mungkin bagi orang Indonesia untuk memilikinya. Lihat saja di jalanan, banyak bersliweran mobil-mobil mewah yang harganya tidak lebih murah dari RV. Yang jadi masalah justru tempat penyimpanan dan perawatannya. Butuh garasi yang cukup besar untuk menyimpannya, belum lagi frekuensi penggunaan RV yang relatif jarang, sehingga orang enggan memilikinya.

Memilikinya? Kenapa tidak menyewa saja kalau begitu?

Memang sudah ada beberapa orang yang tertarik untuk menyewakan kendaraan khusus berinterior dan berfasilitas seperti layaknya hotel mewah, tapi tampaknya belum menyentuh konsep RV seutuhnya. Kendaraan yang digunakan pun adalah bus besar, sehingga kurang cocok untuk kondisi di Indonesia.

Mungkin di antara Anda yang ingin memulai bisnis persewaan/ rental RV, kenapa tidak? Meski banyak faktor yang kurang mendukung keberadaan RV, tapi itu bisa disiasati dengan menggunakan RV berukuran sedikit lebih kecil dari RV di Amerika (kira-kira seukuran Isuzu Elf) dan tarif sewanya tidak terlalu jauh dari tarif sewa Innova misalnya. Jika ternyata bisa diterima masyarakat, saya yakin fasilitas pendukung dan infrastruktur akan menyusul dibenahi.


Tidak menutup kemungkinan, suatu saat nanti orang berebut menggunakan RV untuk mudik ke kampung halaman! (jink)

Foto-foto dari berbagai sumber.

Thursday, May 26, 2011

Cara Aman Berkendara di Saat Banjir

Banjir di Jakarta (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)
VIVAnews - Bila hujan tiba, Jakarta bagai neraka. Banjir dan macet terjadi di mana-mana. Dalam kondisi seperti ini, tidak sedikit mobil yang mogok setelah nekat menerjang banjir.

Ingin kendaraan Anda selamat saat banjir mengepung? PT Toyota Astra Motor memberikan tips berkendara aman melewati banjir, berikut tipsnya:
  1. Pastikan bahwa ketinggian air tidak melebihi knalpot atau saringan udara. Jika melebihi, Anda lebih baik menghindari genangan air tersebut.
  2. Bila air tidak melebihi knalpot maupun saringan udara, jalankan kendaraan dengan putaran mesin (rpm) tinggi dan posisi gigi rendah 1 atau 2.  Anda bisa menggunakan rpm 2.000 - 3.000. Pancal pedal gas terus menerus, jangan diayun atau diturunkan karena akan menyebabkan gelombang air masuk ke knalpot atau saringan udara.
  3. Jika mesin kendaraan tiba-tiba mati, periksa apakah knalpot terendam air dan saringan udara basah. Jika terendam air, lebih baik mesin jangan dihidupkan.
  4. Bawalah kendaraan Anda ke bengkel dengan cara ditarik, atau hubungi bengkel terdekat untuk diderek.

Lalu, bila mobil mogok apa yang harus dilakukan?
Pertama, pastikan bahwa baterai sudah dilepas.
Kedua, pastikan bahwa knalpot dan saringan udara sudah tertutup rapat.
Ketiga, pastikan bahwa kendaraan tidak bergeser karena mengapung.
Terakhir, pastikan pintu tertutup dengan rapat, sehingga meminimalkan air masuk dalam kabin.

(umi)
• VIVAnews

Saturday, May 7, 2011

9 Tips Agar Ban Mobil Lebih Awet

Berikut adalah tips agar ban mobil lebih awet.

1. Periksa tekanan ban
Biasakan untuk memeriksa tekanan ban minimal sekali per bulan dan sebelum melakukan perjalanan jauh.
Ban kempes dapat menyebabkan kelebihan panas yang dapat merusak ban sehingga ban gagal berfungsi dengan baik.

2. Tahu titik tekanan optimal ban
Tekanan ban yang benar dapat ditemukan pada stiker di pintu pengemudi, atau pada buku manual.
Jangan berpatokan pada angka yang tertera pada samping ban, karena itu merupakan tekanan maksimal untuk ban.

3. Periksa saat ban dingin
Agar hasil pengukuran akurat, periksa tekanan ban saat dingin. Tunggu setidaknya tiga jam setelah mengemudi.

4. Rawat ban cadangan
Periksa ban cadangan setiap bulan dan pastikan tekanannya cukup (tidak kempes). Ban cadangan yang kondisinya baik akan siap digunakan saat dibutuhkan.

5. Periksa tapak ban
Ban gundul tidak boleh dipakai karena bisa membahayakan. Periksa tapak ban secara berkala, atau ikuti petunjuk dalam buku manual.

6. Hati-hati jalan rusak
Sedapat mungkin hindari jalan yang rusak. Lubang di jalan tidak hanya dapat merusak ban akan tetapi juga as mobil.

7. Merotasi ban
Pastikan merotasi ban setiap 6.000 mil (9600 km ) untuk menyamakan tingkat keausan ban. Rotasi juga akan membuat umur ban lebih lama.

8. Jangan kehilangan keseimbangan
Sangat penting untuk memriksa secara periodik ‘tire balance’ mobil Anda. Balance yang tidak bagus akan membuat ban aus tidak merata.

9. Jangan kelebihan beban
Beban berlebih pada mobil dapat memperpendek umur ban.[]

Sumber: Rubber Manufacturers Association melalui otomotifplus.com

9 Tips Mudah Merawat Aki Mobil

Perawatan aki sangat penting dilakukan untuk menjaga kelancaran fungsi mobil Anda.

Perawatan aki mobil bukanlah pekerjaan rumit. Anda hanya membutuhkan sedikit keterampilan teknis untuk melakukannya.

Berikut adalah tips yang dapat dilakukan untuk merawat aki mobil.

Tips No 1 – Aki mobil butuh diganti.
Aki mobil pada umumnya dapat bertahan hingga 4 tahun. Ganti aki dengan yang baru saat jadwal penggantian telah tiba.

Tips No 2 – Pengecekan beban aki bulanan.
Pengecekan ini dapat dilakukan di bengkel mobil. Pengecekan ditujukan untuk memeriksa apakah aki mobil masih dapat manghasilkan daya listrik sesuai spesifikasinya. Aki yang kekurangan daya akan mempengaruhi sistem kelistrikan mobil secara keseluruhan.

Tips No 3 – Bersihkan kotoran di terminal aki.
Cara mudah untuk melakukannya adalah dengan menggunakan campuran baking soda dan air. Gunakan sikat kawat untuk membersihkan kerak menggunakan campuran tersebut.

Tips No 4 – Pastikan kabel aki terikat erat.
Pastikan kabel terhubung ke terminal dan terikat erat. Kabel yang kendor dapat memutus hubungan listrik dari aki, membuat mobil tidak mendapat pasokan listrik.

Tips No 5 – Tempatkan aki pada dudukannya.
Pastikan aki diposisikan dengan benar pada dudukannya. Posisi yang tidak tepat dapat merusak aki dan komponen lainnya.

Tip No 6 – Periksa elektrolit aki.
Periksa cairan elektrolit secara berkala. Level elektrolit tidak boleh kurang dari batas yang tertera pada aki.

Tip No 7 – Hati-hati saat menambahkan air distilasi.
Saat level elektrolit turun, Anda harus menambahkan air distilasi (air suling). Hati-hati saat mengisinya. Asam dari aki dapat membakar pakaian dan membahayakan kulit jika sampai terpercik.

Tip No 8 – Selama mengecek aki.
Saat mengecek aki pastikan Anda tidak merokok atau terdapat nyala api di sekitar Anda. Aki mobil mengandung bahan kimia yang mudah terbakar.

Tip No 9 – Hindari overcharging.
Saat men-charge (menyetrum) aki yang mati, pastikan jangan sampai men-charge terlalu lama. Terlalu lama men-charge aki dapat menyebabkan kerusakan komponen aki. []

4 Tanda Masalah pada Rem Mobil

Dari semua bagian sistem keselamatan pada mobil, rem bisa jadi merupakan komponen yang paling penting.
Rem juga relatif mudah dirawat. Anda tidak memerlukan pengetahuan teknis yang tinggi untuk menentukan apakah rem masih baik atau mengalami masalah.

Namun tetap, jika kerusakan atau masalah yang terjadi cukup rumit, sebaiknya Anda membawanya ke bengkel untuk ditangani oleh mekanik yang kompeten.

Komponen rem umumnya memiliki daya tahan lama. Namun tetap saja, seiring dengan waktu, performa rem tentu akan semakin menurun.

Berikut adalah 4 tanda rem yang mengalami masalah:

1. Indikasi paling jelas adalah keluarnya bunyi mendecit setiap kali Anda menginjak rem. Hal ini disebabkan oleh logam antar komponen rem saling bergesekan karena sepatu (kanvas) rem yang sudah aus.

2. Roda kemudi yang bergetar bisa menjadi tanda terjadinya masalah pada rotor rem. Rotor bisa saja mengalami masalah dan terabaikan begitu saja. Tergantung masalahnya, tapi mengganti rotor lebih umum daripada memperbaikinya.

3. Jarak pengereman yang meningkat. Ini terjadi ketika mobil tidak langsung berhenti ketika pedal diinjak. Kondisi ini jelas amat berbahaya. Jika Anda tidak dapat menemukan penyebabnya, membawa mobil ke bengkel bisa menjadi pilihan bijak.

4. Roda yang berasap juga dapat menjadi indikator masalah pada rem. Jangan tunda untuk mengetahui penyebab pastinya.

Rem menjadi bagian penting untuk melindungi keselamatan Anda. Memastikan rem selalu dalam kondisi prima akan sepadan dengan manfaatnya.

Mobil modern umunya memiliki sistem pengereman yang kompleks sehingga memerlukan orang yang berkualifikasi untuk memperbaikinya.[]

7 Tips Menghemat Bahan Bakar Mobil Anda

Salah satu hal paling dibenci dari memiliki mobil adalah keharusan untuk selalu mengisi bahan bakar.

Dengan menerapkan beberapa metode di bawah Anda dapat menghemat konsumsi bahan bakar mobil Anda:

1) Segera pindah gigi pertama ke gigi berikutnya.
  • Mobil membakar bahan bakar paling banyak ketika di gigi pertama. Setelah mobil bergerak segeralah beralih ke gigi berikutnya.
  • Memindah gigi tentunya akan langsung dilakukan pada mobil dengan transmisi otomatis.
2) Hindari percepatan dan pengereman yang tidak perlu.
  • Di dalam kota, pertahankan kecepatan konstan antara 50-60 km / jam atau lebih rendah jika diperlukan, untuk menghindari pengereman dan percepatan tiba-tiba.
  • Mengerem dan menginjak gas secara mendadak juga dapat menyebabkan penurunan kinerja mobil.
  • Agar bahan bakar lebih hemat, lakukan pengereman dan menambah kecepatan dengan lembut dan bertahap.
3) Melaju pada kecepatan rata-rata akan menghemat bahan bakar dalam jangka panjang.
  • Hasil penelitian menunjukkan mobil yang dikemudikan rata-rata 60km/jam dapat menghemat konsumsi bahan bakar sekitar 5-10 persen.
  • Kecepatan tinggi berarti lebih banyak power dibutuhkan dan itu berarti mesin harus bekerja lebih keras serta mengkonsumsi lebih banyak bahan bakar.
4) Hindari mesin tetap menyala saat kemacetan lalu lintas.
  • Membiarkan mesin menyala dalam waktu lama akan mempengaruhi kinerjanya. Perlu dicatat bahwa banyak bahan bakar yang terbuang pada situasi tersebut.
  • Diperkirakan bahwa setidaknya 10 persen dari bahan bakar dapat dihemat ketika mobil dimatikan saat kemacetan lalu lintas.
  • Khusus mobil hibrida ada keuntungan tersendiri. Mobil hibrida didesain untuk dapat beralih ke tenaga listrik saat kemacetan terjadi sehingga menghemat bahan bakar.
5) Gunakan AC hanya bila diperlukan.
  • AC dikenal mengkonsumsi bahan bakar sebanyak yang diperlukan untuk menjalankan mobil.
  • Solusi sempurna saat menjalankan AC adalah mematikan ketika suhu kabin telah dingin. Anda selalu dapat menyalakan AC lagi saat mulai merasa gerah.
6) Memastikan ban mobil memiliki tekanan cukup (tidak kempes).
  • Baca petunjuk pemilik untuk menemukan tekanan angin ban yang direkomendasikan.
  • Ban kempes akan menurunkan efisiensi bahan bakar dan mempersulit pengendalian mobil.
7) Pastikan bahwa mobil memiliki tingkat aerodinamis yang baik.
  • Lepas semua aksesoris eksterior yang tidak diperlukan yang dapat menghambat laju mobil atau menurunkan tingkat aerodinamis.
  • Aksesoris seperti rel atap dapat menyebabkan resistensi sehingga mobil mengkonsumsi bahan bakar lebih banyak.[] 

Wednesday, May 4, 2011

Aneka Jenis Mobil VW Klasik

Berikut ini adalah beberapa jenis mobil VW klasik :

VW Variant


VW Passat


VW Safari


VW Golf


VW Polo


VW Combi


VW Beetle