Showing posts with label Serba Serbi. Show all posts
Showing posts with label Serba Serbi. Show all posts

Wednesday, June 8, 2011

Siapakah Artis Terlaris di Hot Shot?





Hot Shot adalah program infotainment di SCTV yang ditayangkan setiap Senin s/d Jumat jam 10 pagi. Acara ini adalah favorit istri saya, dan karena saya bekerja di rumah, dan tempat kerja saya berdekatan dengan lokasi istri saya nonton TV, maka mau tak mau saya ikut menikmati juga.
Berdasarkan pendengaran saya, artis yang paling sering muncul di Hot Shot adalah Syahrini. Hidup Syahrini!! Hehehe...

Betul. Syahrini adalah artis terlaris di Hot Shot karena paling banyak diliput aktifitasnya oleh program infotainment itu. Terlebih ketika ia tidak lagi berduet dengan mantan suami Krisdayanti, Anang Hermansyah.

Saking seringnya (hampir setiap hari malah), Syahrini sampai saya juluki artis 4L (lo lagi lo lagi). Berikut ini beberapa foto Syahrini yang saya unduh dari berbagai situs/ blog, kali-kali aja Anda lupa wajahnya :

Tuesday, June 7, 2011

Ungkapan/ Perumpamaan yang Sering Kita Dengar

Dalam kehidupan sehari-hari kita biasa mendengar ungkapan atau perumpamaan yang maksudnya untuk menggambarkan suatu keadaan.

Di sini saya akan ulas beberapa ungkapan/ perumpamaan yang akrab di telinga kita, antara lain :

Seperti anjing dengan kucing

Ungkapan ini ditujukan kepada dua orang yang tidak pernah akur dalam segala hal. Bila bertemu selalu berselisih.

Yang jadi pertanyaan, kenapa anjing dan kucing yang dijadikan perumpamaan? Kenapa bukan kucing dan tikus? Atau gajah dan macan?

Jawabannya gampang. Karena anjing dan kucing adalah hewan yang biasa kita jumpai, dan kalau mereka bertemu selalu ribut. Tikus memang juga biasa kita lihat, tapi tikus tidak pernah berani melawan kucing. Sedangkan gajah dan macan hanya kita temui di kebun binatang atau TV. Itupun tidak pernah terlihat mereka berantem.

Laksana langit dan bumi

Perumpamaan ini biasanya secara salah kaprah dan membabibuta diungkapkan untuk menggambarkan dua sifat yang bertolak belakang. Satu baik, satunya lagi sadis,misalnya. Atau si A cantik, sedangkan si B jelek.

Yang benar adalah, bahwa perumpamaan itu dimaksudkan sebagai personifikasi dari dua pribadi yang tidak mungkin menyatu karena adanya perbedaan sifat mereka.

Padahal kalau di pantai kita lihat langit menyatu dengan bumi, lho!

Membabibuta

Membabibuta artinya bertindak ngawur, tidak pakai perhitungan. Sruduk sana sruduk sini, urusan belakangan.

Cuma kenapa dipakai babi? Padahal hewan lain, kalau buta, akan melakukan hal yang sama. Dan hewan yang cocok untuk “dikorbankan” dalam perumpamaan ini adalah babi hutan, yang pada dasarnya memang liar dan ganas. Apalagi kalau pas buta.

Mungkin dulunya membabihutanbuta, kali ya? Karena terlalu panjang, maka diringkas jadi membabibuta. Lagipula kalau membabihutan buta, nanti disalahtafsirkan dengan hutannya yang buta. Hutan mana punya mata?

Bagai pinang dibelah dua

Inti dari ungkapan ini adalah, bahwa kondisi fisik si A dan si B sama/ nyaris sama, persis seperti orang kembar, tapi bukan orang kembar. Nah, bingung ‘kan? Lebih bingung lagi, kenapa digunakan buah pinang, bukan apel atau semangka?

Mungkinkah yang membuat perumpamaan ini orang kuper, yang tahunya hanya buah pinang, sementara di luar sana banyak buah simetris lainnya yang lebih enak?

Bagai pungguk merindukan bulan

Entah siapa yang mengarang pepatah ini. Pungguk, konon adalah burung sejenis gagak, yang jelas-jelas hewan, kok bisa-bisanya dia merindukan bulan? Bukan cuma beda spesies, tapi juga beda status. Pungguk itu makhluk hidup, sedangkan bulan benda mati.

Kecuali kalau bulan sudah update status jadi makhluk hidup juga, bolehlah si pungguk itu merindukannya, walaupun si bulan harus pikir-pikir dulu untuk menerima pungguk.

Dari perumpamaan inilah yang mengilhami dibuatnya film kungfu Panda. Seperti kita ketahui, Po si panda adalah anak dari seekor itik yang menikah dengan babi. Nah, lo!! Ruwet, kan.

Muka badak

Kasihan si badak. Nggak salah apa-apa, nggak tahu urusannya apa, kok ndilalah dipakai untuk mewakili orang yang nggak tahu malu. Dasar, yang bikin perumpamaan itu memang bermuka badak. Ups, sori ya, dak.

Tak tentu rimbanya

Orang yang hilang dan tak ada kabar beritanya disebut hilang tak tentu rimbanya. Kenapa demikian? Karena yang mengarang ungkapan ini orang yang tinggal di hutan, atau dekat hutan, karena tahunya tentang rimba saja. Apa mungkin Tarzan atau George of the Jungle yang menciptakan?

Kalau orang kota yang ngarang pasti bunyinya “hilang tak tentu gedungnya” atau kalau nelayan yang ngarang akan berbunyi “hilang tak tentu lautnya”.

Seperti makan buah simalakama

Ini perumpamaan yang perlu melibatkan psikolog untuk menjelaskan buah simalakama itu seperti apa, baru bisa dibahas lebih lanjut. Betapa tidak, buah ini sedemikian jahatnya sehingga kalau dimakan berakibat bapak kita mati, kalau tidak dimakan, ibu kita yang mati. Ini pastilah buah yang mengalami kelainan psikis.

Bagai telur di ujung tanduk

Nah, ini jenis perumpamaan yang membutuhkan imajinasi tinggi, hingga sampai ketemu tanduk untuk dikombinasikan dengan telur.

Secara logika, telur utuh tidak mungkin bisa ngendon di ujung tanduk. Tapi nyatanya si pembuat perumpamaan punya pendapat lain. Telurnya ditaruh di lantai, lalu disundul-sundul pakai tanduk. Kenapa tanduk? Karena si pembuat perumpamaan ternyata mantan seorang matador yang trauma akibat telurnya pernah diseruduk banteng. Maksudnya telur ayam titipan dari istrinya untuk dijual ke pasar, lho. (mp2)

Kreasi Unik 2

Aneka foto kreasi unik yang saya unduh dari berbagai situs/ blog :

Sandal kamar
Cincin
Mobil
Bangku taman
Aneka sepatu
Pakaian dalam
Rumah
Rumah
Pesawat terbang
Tindik
Rumah
Terowongan
Mobil kayu
Bra
Kue ulang tahun
Roti
Mobil
High heels
Sepatu
Mobil balap
Traktor
Bus sekolah

Tips Mengatasi Kaki Pecah-pecah

Wanita selalu mendambakan kaki indah dan bersih. Namun ada kalanya, karena berbagai aktifitas yang dilakukannya, tanpa disadari kaki mengalami pecah-pecah, sehingga bisa mengganggu rasa percaya diri.

Di pasaran banyak tersedia berbagai macam produk salep untuk mengatasi kaki pecah-pecah tersebut yang notabene terbuat dari bahan-bahan kimia. Namun, tak ada salahnya jika Anda mencoba cara tradisional menggunakan bahan-bahan alami yang mudah diperoleh di sekitar kita.

Batu apung
Batu apung telah digunakan secara turun-temurun untuk menyembuhkan kaki pecah-pecah. Untuk memperolehnya bisa dibeli di toko bahan bangunan. Bahkan di beberapa supermarket kini juga menyediakan batu apung.

Caranya:
Gosok-gosokkan batu apung pada bagian kaki yang pecah-pecah secara merata. Setelah selesai, rendam kaki Anda di air. Lakukan hal ini secara rutin, niscaya kaki Anda akan terbebas dari pecah-pecah.

Getah buah pepaya
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta, pepaya mempunyai kandungan enzim papain, yaitu semacam protease atau enzim pemecah protein yang dapat melunakkan daging dan mengubah konformasi protein lainnya. Getah pepaya yang paling berkualitas berasal dari buah. Papain dari batang dan daun hanya memiliki aktivitas proteolitik sekitar 200 MCU/ gram sementara dari buahnya jauh lebih banyak sekitar 400 MCU/g. Keuntungan dalam penggunaan enzim papain ini, yakni tidak bersifat toksik, tak ada efek samping, perubahan tekanan, suhu dan derajat keasaman yang drastis, serta sudah bisa berfungsi baik pada konsentrasi rendah.

Caranya:
Getah buah pepaya disadap dan dibuat salep.Untuk membuat salep tersebut dibutuhkan pisau, wadah getah, timbangan mikro, sendok, gelas ukur, wadah salep, sarung tangan, gelas beker dan tali. Sedangkan bahan yang dibutuhkan adalah getah pepaya, vaselin dan alkohol. Wadah getah diletakkan di bawah buah papaya yang akan di sadap getahnya, lalu buah digores dengan menggunakan pisau. Setelah getah terkumpul wadah ditutup agar getah tidak mengering. Salepnya dibuat dengan cara getah papaya diambil sebanyak 10 ml dicampurkan dengan 90 gram vaselin ke dalam gelas beker dan dicampur dengan sendok. Hasil campuran dimasukkan kedalam wadah salep. Yang perlu diperhatikan adalah buah pepaya ditoreh dengan kedalaman 2 milimeter dengan tujuan agar tidak cepat busuk. Interval penyadapan terbaik yaitu tiap 4 hari sekali pada pukul 05.00 - 08.00. Buah pepaya disadap 14 kali dengan pisau khusus. Hasilnya, satu buah pepaya menghasilkan 40 gram getah selama 70 hari atau sebanding dengan 4 gram papain kasar. Untuk meningkatkan produksi bawang putih dioles di permukaan kulit buah sehari sebelum penyadapan. Papain yang diproses dengan teknologi spray dryer atau freeze drying berkualitas tinggi. Warna putih susu dapat bertahan hingga 10 tahun. Sebaliknya, papain hasil pengeringan matahari berwarna cokelat. Dalam 3 hari saja warna menjadi lebih gelap dan mengeluarkan bau tak sedap. Untuk pengobatan kaki pecah-pecah salep ini cukup dioleskan sekali sehari menjelang tidur.(sumber : http://fmipa.uny.ac.id/) (mp2)

Monday, June 6, 2011

Yang Menyebalkan dari Acara Super X-tion di Trans TV

Acara yang tergolong baru di Trans TV dan cukup menarik perhatian adalah Super X-tion setiap Minggu malam. Meski jamnya tidak pasti karena lomba yang digelar outdoor ini sangat bergantung pada cuaca di lokasi lomba, tapi sayang untuk dilewatkan. Persiapannya pun tidak main-main. Berbagai alat berat dilibatkan sebagai penunjang utama aksi peserta.

Sayangnya, segala persiapan yang luar biasa itu kerap jadi kehilangan makna karena presenter dan komentator yang tampaknya kurang mampu menyajikan dengan baik.

Presenter yang cantik itu sering kedodoran saat membawakan acara. Mungkin karena ada tuntutan dari sang sutradara atau produser agar ia bicara dengan cepat, sehingga berakibat sering "selip lidah". Memang tak mudah bicara dengan intonasi tinggi dan cepat di ruang terbuka dan pasti ramai itu.

Yang menyebalkan justru komentatornya. Pada sebuah sesi lomba di mana peserta harus bergerak cepat menyeberangi tali yang dibentangkan di atas gedung, ada peserta yang jelas-jelas mengalami kesulitan dengan perangkat pengaman keselamatannya, tapi sang komentator tidak tanggap. Mereka justru terus saja bicara tentang lambannya sang peserta menyelesaikan lomba. Masalah itu baru diketahui setelah sang peserta, dengan susah payah, berhasil mencapai tujuan dan mengajukan komplain. Alhasil, dia pun diberi kesempatan untuk mengulang.

Di sesi lomba terakhir Minggu lalu (05/06) pun saya kesal lagi. Peserta harus melompat dari tempat ke tempat lain di ketinggian untuk mengambil bendera mengalami kesulitan, yang tampaknya disebabkan oleh pendeknya tali pengaman yang dikenakan peserta. Ini terlihat dari tiga/ empat pasangan peserta pertama yang hampir seluruhnya gagal karena lompatannya terhambat tali pengamannya sendiri. Di sini, satu peserta (seorang wanita yang berprofesi penjahit) beruntung berhasil meraih 1 bendera.

Peserta berikutnya ternyata cukup cerdik menyiasati kesulitan yang dialami pesaing-pesaing sebelumnya. Ia (seorang pejudo wanita) memanfaatkan tali pengamannya untuk menahan tubuhnya hingga berhasil menyeberang. Dengan cara ini dia berhasil meraih 6 bendera. Cara itulah yang kemudian ditiru oleh peserta lain, sehingga terlihat perbedaan mencolok antara skor peserta sebelumnya dengan skor peserta judo dan peserta lain setelahnya.

Memasuki babak final, hanya 4 dari 5 peserta yang berhasil mendapatkan bendera yang berhak masuk final. Sang wanita penjahit harus menyingkir karena hanya mendapat 1 bendera.

Di final ini, panitia kemudian menerapkan aturan dadakan, yaitu peserta tidak boleh bergantung pada tali pengaman! Dengan aturan ini, 3 peserta tak mendapatkan 1 bendera pun (termasuk sang pejudo), dan sang juara hanya mendapat 1 bendera.

Sulit membayangkan, betapa kecewanya sang penjahit diperlakukan secara tidak fair dalam Super X-tion ini. Dan panitia tampaknya tidak peduli sama sekali akan hal itu, padahal jelas terlihat bahwa mereka telah berlaku tidak adil.

Semoga saja, di lomba-lomba berikutnya tidak terjadi lagi seperti itu. (mp2)


Sunday, June 5, 2011

Komik "Semua Bisa Diatur"

Berikut ini adalah komik pendek terbaru saya yang dimuat di harian Jawa Pos. Ini adalah karya ke 5 saya yang pernah muncul di harian tersebut.

Awalnya komik ini saya beri judul "Disaster for Sale" yang intinya, bahwa berbagai bencana dan kekisruhan yang terjadi di negara tercinta Indonesia selama ini adalah skenario yang sengaja dibuat oleh suatu sindikat rahasia demi memenuhi keinginan orang-orang / kelompok tertentu. Semua itu karena satu hal: keserakahan.

Terima kasih kepada Jawa Pos yang telah menyediakan halaman untuk komik (sehingga dapur saya tetap ngebul), walaupun tidak selalu tersedia setiap hari.

Jawa Pos Senin, 16 Mei 2011

Jawa Pos Selasa, 24 Mei 2011

Jawa Pos Kamis, 26 Mei 2011

Jawa Pos Sabtu, 4 Juni 2011

Karya-karya saya terdahulu bisa Anda lihat di sini dan di sini. (mp2)

Mengenang Ksatria Baja Hitam


Di tahun 90-an ada tokoh superhero Jepang yang sangat populer di kalangan anak-anak, Ksatria Baja Hitam (KBH). Film serial TV yang aslinya bernama Kamen Rider Black ini ditayangkan di salah satu stasiun swasta (Indosiar? RCTI) dan menjadi favorit anak sulung saya. 

Saking nge-fans-nya dia dengan superhero ini, berbagai atribut dan merchandise banyak menghiasi rumah saya. Mulai tas sekolah, buku tulis, buku mewarnai, stiker, poster, sampai mainan. Bahkan saya harus mengeluarkan dana ekstra untuk berlangganan tabloid Fantasi untuk memenuhi kecanduannya pada KBH.

Tak dapat dipungkiri, meski jalan ceritanya berkisar pada pakem klasik, bahwa kebaikan akan menang melawan kejahatan, tapi tak urung saya tertarik juga untuk menikmati serial itu, ketimbang nonton sinetron. Itulah sebabnya saya jadi ikut hafal nama-nama tokohnya, mulai dari KBH sampai KBH RX yang dapat berubah menjadi KBH RX Bio dan KBH RX Robo. Termasuk beberapa ungkapan yang sering diucapkan oleh KBH, seperti "Berubah!", "Tendangan Maut", dan "Pedang Matahari".

Kapan ya Indonesia mau membuat serial TV sederhana seperti itu, namun mampu menyedot perhatian jutaan anak-anak di seluruh dunia, termasuk Indonesia?

Berikut ini foto-foto KBH yang saya unduh dari berbagai blog/ situs :

Ksatria Baja Hitam

Kotaro Minami, identitas asli dari KBH


Ksatria Baja Hitam RX




Ksatria Baja Hitam RX Bio



Ksatria Baja Hitam RX Robo


Kini, meski sudah kuliah semester 8, anak saya masih menggemari KBH idolanya masa kecil itu. Tentunya pada versi-versi yang terbaru yang film-filmnya dapat diunduh di YouTube. (mp2)